Blog
Feb
27
PEDULI PENDIDIKAN, KAGUM HOTELS GELAR NIGHT CHARITY BIKE 2014

“Targetkan 2000 Peserta, Seluruh Keuntungan Dipergunakan Merenovasi Sekolah Dasar” Bandung, Februari 2014 – Setelah sukses menggelar acara Night Charity Bike 2012, yang diikuti oleh 1500 peserta dan mengumpulkan dana sumbangan sebesar Rp 80 juta, KAGUM Hotels kembali meramaikan Bandung dengan menggelar KAGUM Hotels Night Charity Bike 2014, pada hari Jumat, tanggal 7 Maret 2014, dengan garis awal dan akhir di Kantor Walikota Bandung. Masih dengan target 2000 peserta, dan jarak tempuh 8 kilometer, acara ini mempunyai misi sosial, dimana seluruh  keuntungan yang terkumpul, akan dipergunakan untuk merenovasi Sekolah Dasar di daerah Bandung dalam program Sekolahku, melalui  yayasan KAGUM Cerdas  Bangsa. Tahun 2013, Yayasan Cerdas Bangsa telah merenovasi SMP Karya Nusantara di Bandung. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam kepedulian bidang pendidikan. Peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan perwujudan Bandung bersih bebas polusi dan pribadi yang sehat dengan berolahraga.” jelas Asep Supardi, President Yayasan KAGUM Cerdas Bangsa. Untuk mengikuti acara ini, para peserta bisa mendaftar dengan biaya Rp 45,000 per-orang, dengan fasilitas 1 buah T-Shirt, dan kupon undian, Konsumsi serta kupon door prize dengan kesempatan memenangkan 1 buah motor dan 10 unit sepeda motor dan hadiah menarik lainnya, diantaranya voucher menginap di KAGUM Hotels Jawa dan Bali. Pendaftaran bisa dilakukan di seluruh jaringan KAGUM Hotels di Bandung, Hotel Grand Serela Setiabudhi, Hotel Golden Flower, Hotel Banana Inn, Hotel Gino Feruci Braga, Hotel Amaroossa, Hotel Gino Feruci Kebonjati, Hotel Verona Palace, Hotel Serela Riau, Hotel Serela Merdeka, Hotel Malaka, Hotel Zodiak @ Paskal, Hotel Zodiak @ Sutami dan Hotel Zodiak @ Asia Afrika, sampai dengan tanggal 5 Maret 2014.


                “Night Charity Bike adalah acara tahunan KAGUM Hotels. Untuk acara sekarang merupakan kali ketiga kami mengadakan acara ini dalam program KSR (KAGUM Social Responsibility), yang peduli akan pendidikan di masyarakat sekitar. Dimana kami melakukan survey dan memilih SD untuk direnovasi. Kami mengajak para Komunitas Sepeda di Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya untuk bisa bergabung dan berbagi di acara ini” jelas Yazi Widjaya, Ketua Pelaksana. Untuk rute berjarak 8 km akan melewati Jl. Merdeka, Jl. Lembong, Jl Tamblong, Jl, Asia Afrika, Jl. Bancey, Jl. ABC, Jl. Naripan, Jl. Braga, Jl. Suniaraja, Jl. Wastukencana, Jl. RE Martadinata, Jl, Lombok, Jl. Aceh, Jl. Kalimantan, Jl. Sumatra, Jl. Merdeka dan kembali ke Kantor Walikota Bandung. Selama acara berlangsung, peserta juga akan disuguhi aneka makanan ringan yang tersedia di stand, hiburan dari music tradisional, musik akustik, penampilan sulap, cheerleaders, sampai dengan musik dangdut yang dikemas dengan permainan dan hadiah menarik. Acara sosial ini didukung oleh 24 sponsor, diantaranya Bank DKI, Bank Bukopin, Bank BRI, Bank ICBC, Honda, Inaco, Ace Hardware, Garmelia, Commenwealth life, Sharon, Advance, Citilink, Pocari, Daktarin, Indomilk, Asuransi Bintang, Bike Colony, Kopiko, Cimory, Kentucky Fried Chicken, hydrococo, Universal Holiday, CKS dan PIXY, JNC cookies, universal holiday travel, OUTLIVE.arindo cipta perkasa, iartco, SINDATA. Juga 14 media partner, Harian Pikiran Rakyat, Tribun Jabar, Galamedia, Republika, SE Radio, Auto Radio, iradio, Hard Rock FM, Raka FM, Radio Sonora, Sindo Radio, Global Radio, Radio Dangdut Indonesia, Republika Online dan Bandungnewsphoto.com.


 

Read More

Jul
27
CKS Ngabuburit


CKS Ngabuburit Diskon Produk - Pelatihan Marshall - Berbagi Tajil - Pengumpulan Dana Sosial - Sosialisasi acara Bersaling - Stand Mitra CKS - Stand Komunitas

Read More

Jun
01
CKS Festival
CKS Festival Minggu, 2 Juni 2013 CKS Promo - Bazar Mitra CKS - Stand Komunitas - Hiburan - Bedah Buku - Service Gratis - Coaching Clinic

Read More

Feb
09
Chandra Raftsanjani Menjuarai CKS Cloth Racing to the Top
Lomba tanjakan ini diselenggarakan di daerah perbukitan Bandung Utara. Letak geografis kota Bandung memang dikelilingi gunung dan bukit yang membuat warga kota Bandung, terutama pesepedanya cukup akrab dengan lintasan tanjakan. Bandung pun banyak melahirk

Read More

Jan
14
Racing To The Top


 


Kejuaraan Tanjakan yang di selenggarakan oleh CKS, pendaftaran bisa ke


CKS, Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 83 Bandung

Bike System, Jl. Ir. H. Djuanda No. 342 A Bandung

Deddy Bike, Jl. A. Yani No. 288 Bandung

SA Bike, Jl. Cisangkan Hilir No. 723 Cimahi

Kang Cuham, 0877 2250 3509

Pak Iwan BBC, 0821 3053 5562

Bengkel LBG (Pak Asep) Jl. Cijeruk No. 110 Lembang

 

atau kalo mau daftar online bisa ke



http://www.cksrace.blogspot.com/


untuk info lebih lanjut bisa hub Devies 0856 2457 8844

Read More

Nov
27
Bike Repair Review
Ada beberapa hal menarik yang menjadi perhatian mengenai materi yang diberikan, salah satunya yaitu pendapat mengenai penggunaan sepeda yang benar, bukan yang nyaman.

Read More

Sep
26
Fun Bike HUT Kota Bandung yang ke 202


Pendaftaran bisa di cks 35.000 mendapatkan jersey + snack + kupon doorprice

Read More

Sep
01
Support Tim Indonesia di HWC 2012


 


Satu Mimpi Untuk Indonesia

Dengan berpedoman pada prinsip Hidup Adalah Udunan (patungan), mari kita dukung tim nasional street soccer Indonesia untuk berlaga di Homeless World Cup (HWC) 2012 di Mexico City tanggal 6-14 Oktober 2012.

Kami hanya perlu Rp. 1.000 saja dari 500.000 masyarakat Indonesia termasuk Anda untuk ongkos keberangkatan tim Indonesia menuju Mexico City.

Tim Indonesia di wakili oleh Rumah cemara, sebuah organisasi berbasis komunitas untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan pengguna narkoba di Indonesia, didirikan oleh lima mantan pengguna narkoba dengan satu tujuan, Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan pengguna narkoba.

Untuk informasi, pada HWC 2011 di Paris, Indonesia menduduki posisi ke-6 dan dinobatkan sebagai tim pendatang baru terbaik. Ginan Koesmayadi, kapten tim Indonesia, dinobatkan sebagai pemain terbaik HWC 2011.

Mari bersatu wujudkan MIMPI Kibarkan Bendera Indonesia di Homeless World Cup 2012! Respect!!


titik point pengumpulan donasi ada di cks jl. pelajar pejuang no. 83, flashy jl dipati ukur no. 1, redsdipo jl. dipati ukur no. 1, riotic jl. sumbawa no. 61, shelter bike bdg di ganesha atau di dago, invictus jl. sultan agung no. 9, rockmen jl. trunojoyo no. 25, noah_id jl. sumbawa no. 61, kantor simamaung daerah suci

Read More

Aug
30
Workshop Bike Repair


Sebuah pelatihan mengenai perbaikan sepeda atau lebih dikenal dengan sebutan bike clinic baru saja selesai dilaksanakan, kegiatan yang diberi judul “CKS Free Workshop Bike Repair” merupakan sebuah rangkaian yang telah dilakukan selama lima minggu berturut-turut. Dimulai pada tanggal 15 juli 2012 dan berakhir pada tanggal 12 Agustus yang dilakukan setiap hari minggu sore di jln pelajar pejuang 45 no 83 Bandung, di pelataran parkir toko CKS. Tidak kurang dari 50 pesepeda hadir di tiap minggunya untuk mengikuti materi-materi yang diberikan oleh nara sumber.



Pihak CKS sebagai panitia menjelaskan bahwa konsep acara workshop ini sederhana, hanya ingin memberikan pengetahuan tentang bagaimana pesepeda melakukan perbaikan terhadap sepeda yang digunakan ketika mereka mengalami gangguan diperjalanan, serta menjelaskan tentang kerusakan yang umum dan sering terjadi. Acara ini dilatar belakangi oleh seringnya teman-teman pesepeda mengalami gangguan di jalan tetapi tidak tahu bagaimana melakukan tindakan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Banyak juga pesepeda yang memiliki peralatan untuk melakukan perbaikan, beberapa bahkan memiliki peralatan yang cukup lengkap, tetapi mereka mengakui kalo mereka tidak bisa mempergunakan semua peralatan tersebut. Alasan lainnya yaitu sebuah kata-kata sederhana yang menyebutkan ‘kalau kita bisa mengerjakan sendiri, kenapa harus dikerjakan orang lain’. Seringkali pesepeda mempercayakan segala urusan perbaikan sepedanya kepada pihak bengkel,  bahkan untuk kerusakan  paling sederhana, seperti mengganti ban dalam, atau menyetel rem dan derailleur. Semua itu sebenarnya bisa dilakukan sendiri dengan alat secukupnya, sedikit keinginan untuk mencoba, serta pengetahuan yang cukup, dan hal tersebut tidak memakan waktu yang cukup lama, maka untuk perbaikan yang bersifat sederhana sebenarnya kita semua bisa melakukan hal tersebut sendiri, tanpa harus pergi ke bengkel.



Lalu materi apakah yang sebenarnya diberikan dan apa yang menarik dari acara tersebut. Sesuai dengan judulnya, “CKS free workshop bike repair” acara ini gratis alias tidak dipungut biaya sedikitpun, peserta hanya diharuskan mendaftar karena jumlah peserta yang dibatasi, membawa sepedanya selama acara berlangsung dan juga peralatan sederhana yang terdiri dari kunci L, pemotong/penyambung rantei, serta sendok ban. Materi yang diberikan berbeda di tiap minggunya, dibagi menjadi 5 materi secara umum, antara lain, roda dan ban, transmisi, rem, komponen handling, serta perawatan rutin berkala. Semua materi tersebut dibahas secara mendasar dari mulai anatomi dari setiap bagian sepeda yang sedang dibahas, sumber kerusakan di perjalanan, dan kemudian cara memperbaiki atau menyetelnya dengan baik dan benar.



Nara sumber yang diundang menjadi pembicara yaitu para teknisi sepeda di bengkel yang sudah berpengalaman, ada kang Deddy dari Deddy Bike, ada Gustar Mono dari Roninrides, Jaka dari Take Shop dan juga Deden dari fatherbike. Selain mendapatkan penjelasan dari nara sumber, peserta juga diminta untuk mempraktekkan langsung pengetahuan yang sudah didapat, dengan harapan peserta bisa langsung megetahui kesulitan apa saja yang mungkin dialami ketika melakukan perbaikan dan bisa langsung berinteraksi dengan nara sumber. Menurut pihak panitia target peserta dari acara tersebut adalah para pesepeda pemula, tapi kemudian justru banyak juga peserta senior yang mengikuti acara, salah satu alasan mereka mengikuti acara terseut selain memberikan tambahan pengetahuan, juga ingin mengetahui apabila ada metode-metode perbaikan lain yang belum diketahui.



Di setiap materi yang diberikan selalu terjadi diskusi yang menarik dan cukup panjang, karena antusias para peserta yang cukup tinggi untuk bertanya dan menggali lebih dalam mengenai materi yang telah diberikan. Karena dilaksanakan pada bulan ramadhan dan juga diadakan pada sore hari, maka acara ini juga menjadi ajang ngabuburit dan ajang kumpul teman-teman dari komunitas sepeda di Bandung untuk berbuka puasa bersama. Panitia pelaksana berharap acara seperti ini bisa terus berlanjut dengan konsep yang lebih segar, selain ajang berbagi pengetahuan acara seperti ini juga bisa menjadi ajang tempat berkumpulnya teman-teman pesepeda dari berbagai komunitas di kota Bandung.



 


Tulisan ini dimuat juga di Koran Pikiran Rakyat tanggal 26 Agustus 2012


Read More

Apr
23
Pelepasan Srikandi oleh Menpora

Olahraga terutama bersepeda jarak jauh selalu diidentikan dengan image pria petualang. Tapi teman-teman yang tergabung dalam rombongan 21 Srikandi membuktikan bahwa wanita juga bisa bersepeda hingga menempuh jarak ratusan kilometer.



Selama ini perayaan hari kartini indentik dengan rambut yang sanggul serta mengenakan baju kebaya dan dirayakan semarak dengan cara yang itu itu saja. Namun ternyata seremoni hari Kartini bisa digantikan dengan kegiatan positif seperti  yang dilakukan para ke-21 Srikandi. Selain bersepeda jarak jauh para srikandi juga menyebarkan pesan sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan bagi siapa pun termasuk perempuan.



Di akhir acara, Menpora Andi Mallarangeng berpesan "Lakukan yg terbaik, inspirasikan wanita lain supaya indonesia bisa lebih berprestasi khususnya di bidang olahraga." Rute perjalanan besok tidaklah ringan, tetapi Menpora berharap  Mudah2an perjalanan selanjutnya bisa berada di rute yang baru, mudah-mudahan bisa di wilayah timur Indonesia dan latar belakang pesertanya bisa lebih beragam.


Read More

Apr
23
Gowes Chantique, Merayakan Hari Kartini Bersama NGN


Tidak seperti biasanya, hari minggu 22 april 2012 di Car Free Day Jl. Merdeka Bandung (tepatnya di depan BIP) berkumpul para wanita menggunakan sepeda dengan pakaian daerah, mereka adalah peserta gobring (gowes ngabring) NGN,  untuk yang ke tiga kalinya NGN mengadakan acara yang di beri nama gowes chantique dalam rangka memperingati hari kartini serta hari bumi. Mengapa acara gowes ini didominasi oleh perempuan, itu karena penyelenggaranya adalah NGN, kepanjangan dari nu gareulis ngagowes, seperti yang telah banyak diketahui bahwa NGN adalah sebuah komunitas sepeda di kota bandung yang memfokuskan diri untuk mengajak perempuan-perempuan khususnya di kota Bandung untuk menggunakan sepeda.



Sepeda Peserta yang dihiasi tanaman dan buah hidup


Sekitar 200 pesepeda berkumpul sejak pukul 6 pagi untuk mengikuti acara gowes ngabring.  Acara gowes sendiri dilakukan tepat pada pukul  tujuh setelah pengibaran bendera start yang dilakukan oleh Ibu Shendy. Gowes ngabring ini terasa berbeda dengan acara fun bike pada umumnya, perbedaan yang paling terlihat adalah bahwa peserta gowes didominasi oleh perempuan dan mereka semua menggunakan pakaian adat berupa kebaya dan juga batik, dan yang lebih menarik perhatian adalah beberapa sepeda dihiasi oleh berbagai hiasan bunga yang cukup mengundang mata, hal tersebut bisa terjadi karena  acara ini juga menjadi ajang lomba menghias sepeda dengan bunga hidup yang diadakan berkat kerjasama antara NGN dan  IPBI DPC Bandung (Ikatan Perangkai Bunga Indonesia) PDC Bandung.



Juri sedang melakukan penilaian


Acara gowes ini juga diikuti oleh Ibu Erika, yang telah banyak dikenal oleh para pesepeda bandung sebagai salah satu aktivis sepeda.



Acara dilepas oleh Ibu Shendy


Acara gowes ngabring sendiri berjalan tanpa hambatan yang berarti, jalur yang dipilih adalah jalur yang tidak begitu ramai oleh kendaraan bermotor dan juga mendapat pengawalan yang cukup baik dari para marshall pria yang terdiri dari berbagai komunitas di kota bandung. Acara tidak berhenti di gowes ngabring, karena ternyata di lokasi acara yaitu d groove sport n wellnes center , rupanya telah disiapkan oleh panitia berupa acara talk show yang berhubungan dengan wanita tentunya.



Peserta sudah mulai gowes menuju D Groove


Acara talk show di buka oleh Ibu Shendy dan juga Ibu Erika, talk show di bagi menjadi empat sesi, sesi pertama yaitu mengenai kanker payudara yang diisi oleh dr Ahyani dari YKP Jabar (Yayasan Kesehatan Payudara Jawa Barat), beliau menerangkan segala hal mengenai kanker payudara dan mengajak para peserta untuk peduli terhadap kesehatan payudara, dan bahwa salah satu hal yang bisa mengurangi resiko nya yaitu dengan berolahraga.



Setelah tiba di lokasi


Talkshow Sesi kedua adalah mengenai kecantikan, tema yang di bahas yaitu “Tetap cantik ketika bersepeda”, dimana kesimpulan yang bisa di ambil dari talkshow tersebut adalah bahwa para wanita bisa tetap cantik walaupun bersepeda dibawah terik matahari, debu dan polusi yang mengancam kecantikan dan kesehatan kulit mereka.



Acara Talk Show yang dibuka oleh Ibu Shendy


Sesi ketiga yaitu membahas mengenai bagian terintim dari wanita, mengenai bagaimana merawat dan menjaga daerah kewanitaan tetap bersih dan higienis dan tetap sehat tentunya meskipun sering berkeringat karena bersepeda.


Sesi talk show terakhir membahas hal-hal teknis yang berhubungan dengan sepeda yang diisi oleh Asep Irawan dari komunitas JEJAK.


Acara demi acara berjalan dengan lancar dan peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara karena semua tema talk show sangat relevan dengan para wanita pesepeda yang merupakan peserta acara.



Pembagian hadiah untuk para pemenang lomba sepeda hias


Acara kemudian ditutup dengan pembagian door prize dari sponsor yang mendukung acara ini.


Terus maju NGN, teruslah mengajak para wanita untuk bersepeda, jadikan gerakan ini sebagai bukti bahwa perempuan juga memiliki peran besar dalam menyehatkan masyarakat dan juga dalam pelestarian lingkungan melalui kampanye penggunaan sepeda. Jaya terus NGN, Nu Gareulis Ngagowes.

Read More

Apr
21
21 Srikandi Bersepeda Antarkota

Setelah menjalani beberapa hari sesi latihan di tempat dan kota berbeda hingga penyeleksian, akhirnya 21 Srikandi anggota Bike to Work (B2W) Indonesia terpilih pun mulai start tadi pagi untuk bersepeda jarak jauh dari Jepara menuju Bandung yang berjarak km. Kegiatan ini merupakan yang kedua kali dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini setelah yang pertama kali sudah terlaksana pada tahun lalu yang diikuti oleh 10 goweser dari Jakarta menuju Jepara.


Gowes Srikandi II Inspirasi bagi Negeri kali ini mengusung tema “Merayakan Semangat Perempuan Pahlawan Indonesia Menuju Generasi Penerus yang Bermartabat”, dan mendapat dukungan dari beberapa sponsor seperti Herbalife, Bank BNI, Pocari Sweat, CKS, dan lain-lain.


Menurut Linda Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada hari Rabu kemarin (18/4), “Tujuan perjalanan ini, selain memperingati semangat perempuan perjuangan pahlawan perempuan, juga mengkampanyekan sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan bagi siapa pun termasuk perempuan.” Lanjutnya, “Perjalanan Srikandi ini membawa misi perjuangan dan kepahlawanan RA Kartini di Jepara dan semangat pantang menyerah Dewi Sartika di Bandung. Perjalanan ini untuk membawa isu kekinian, membawakan suara kemandirian, dan peka terhadap lingkungan sekitar sekaligus kepedulian kepada generasi anak Indonesia.”


Tense Manalu (39), koordinator Tim Srikandi, mengatakan, “Saat ini, sepeda bukan hanya dijadikan alat pemuas hobi, tetapi dapat dijadikan sebagai alat transportasi alternatif yang semakin banyak diminati. Semoga perjalanan kami bisa menjadi inspirasi bagi kaum perempuan untuk berani melakukan perubahan, minimal untuk dirinya sendiri.”


13349840611230807609


Para Srikandi menjalani sesi latihan di Kota Baru Parahyangan,

Bandung (atas) dan Jakarta (bawah)


Toto Sugito, Ketua Umum B2W Indonesia, mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan tekad para Srikandi yang berani melakukan perjalanan ini. “Bahkan kami percaya, semangat 21 Srikandi dapat meningkatkan jumlah pesepeda perempuan sehingga mampu membangun masyarakat indonesia yang berkualitas secara fisik, psikis, dan moral.”


Latihan teknik pedalling, mobile feeding, pergantian posisi barisan, dan endurance selama masa latihan di Bandung, Jakarta, Jepara, dan Surabaya diharapkan membuat para Goweser Srikandi ini mampu menempuh perjalanan Jepara - Bandung sejauh 582 Km selama delapan hari melewati tiga provinsi yang terbagi menjadi enam etape dan satu hari istirahat di Yogyakarta.



Saat jumpa pers di Jakarta (Rabu, 18/4)


Etape 1 sudah dimulai pada hari ini (21/4) dengan jalur Jepara, Demak, Purwodadi, Solo yang akan menempuh jarak 119 Km. Etape 2 (22/4) dengan jalur Solo, Kartosuro, Klaten, Prambanan, dan Jogja (66 Km). Hari Senin (23/4) adalah masa istirahat dan recovery di Yogyakarta. Etape 3 (24/4) dilanjutkan dengan jalur Yogyakarta, Wates, Purworejo, Kebumen, dan Gombong (129 Km). Etape 4 (25/4) dengan jalur Gombong, Sumpiuh, Buntu, Rawalu, Wangon, dan Majenang (101 Km). Etape 5 (26/4) dengan jalur Majenang, Banjar, Ciamis, dan Tasikmalaya (69 Km). Etape 6 (27/4) dengan jalur Tasikmalaya, Malangbong, Nagrek, Cileunyi, dan Bandung (98 Km). Sedangkan pada hari Sabtu (28/4) para srikandi akan bersosialisasi di Bandung.


Pada hari sebelumnya, ke-21 Srikandi ini menggelar sejumlah aktivitas di Jepara seperti kampanye semangat berdonor darah, mengunjungi Museum RA Kartini, Monumen Ari-Ari RA Kartini di Mayong, Sentra Indu- Tenun Troso dan Monel, serta mengunjungi makam pemimpin perempuan yang pernah membawa Jepara mendunia yakni Ratu Kalinyamat.


Ke-21 Srikandi terpilih dari 43 orang yang mendaftar itu adalah Anita Santa F. Panggabean, Aristi Prajwalita Madjid, Diah Kusumo Dewi, Elizabeth Zoraya Paskarini, Ernawati Bintoro, Evie Permata Sari, Gia Amalia, Hatning Natalia Maindra, Intan Satria, Lita Apriantini, Novita, Rahmidiarti, Rani Pratikaningtyas, Rini Rismiati, RR. Fannie Waldhani Christinari, Sarah A. Walangitang, Seklie Patyunie-, Sri Hardaningrum, Tense Manalu, Tentrem Sartika, dan Winna Ananda. Dari total 21 srikandi ini, 15 berasal dari Jabodetabek, 3 dari Bandung, 2 dari Jepara, dan 1 dari Surabaya. Tiga srikandi yang mewakili B2W Bandung adalah Cici (Ernawati Bintoro), Aming (Hatning Natalia Maindra), dan Ceuceu (Rini Rismiati).


Cici (32) lahir di Pekalongan dan saat ini bekerja sebagai desainer di Eiger. Pengalaman bersepedanya adalah Bandung - Cidaun Rancabuaya (2008 dan 2009), Bandung - Cibodas di kaki Gunung Gede (2010), Bandung - Gunung Papandayan (2010), Bandung - Cibubur (2011), dan Bandung - Gunung Galunggung (2011). Aming (33) lahir di Kuningan dan berprofesi sebagai karyawan swasta. Pengalaman bersepedanya sudah cukup banyak karena bersepeda adalah rutinitasnya setiap hari dan pernah melakukan touring Bandung - Cirebon (2011). Ceuceu (37) yang lahir di Cimahi adalah karyawan swasta yang dianggap paling senior dalam melakukan gowes jarak jauh. Pengalaman bersepedanya adalah Bandung - Medan (2008), Susur Selatan Jawa Barat (2010), Gowes Srikandi I Inspirasi bagi Negeri Jakarta - Jepara (2011), Jogja - Bima (2011), dan Jelajah Sepeda Kompas Jakarta - Palembang (2011).



Cici, Aming, dan Ceuceu: Goweser dari Bandung


Mari kita doakan agar ke-21 Srikandi ini selamat dalam perjalanan dan tiba pada waktunya di Bandung tanpa kurang suatu apapun. Semoga perjalanan luar biasa para Srikandi ini menginspirasi siapa saja dengan latar belakang usia maupun gender, khususnya untuk membuktikan bahwa bersepeda itu bisa dilakukan oleh siapa pun dan dengan jarak berapa pun. Percayalah bahwa bersepeda itu menyehatkan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk lingkungan sekitar. Kring-kring-kring.


Tulisan ini disalin dari : http://regional.kompasiana.com/2012/04/21/21-srikandi-bersepeda-antarkota/ dan telah disetujui oleh penulisnya


http://regional.kompasiana.com/2012/04/21/21-srikandi-bersepeda-antarkota/

Read More

Apr
21
Gowes Chantique Bersama NGN


Pendaftaran Bunda Ida (022) 7092 1490


Dress Code :  Pakaian Adat /  Batik

Read More

Apr
02
Berlatih bersepeda bersama para srikandi B2W Bandung


Sabtu, 31 Maret 2012 Waktu menunjukkan angka 06.30 di alun-alun kota Cimahi, disanalah para srikandi Bike To Work Bandung berkumpul  setiap akhir pekan dalam satu bulan terakhir untuk akhirnya bersama menuju KBP (Kota Baru Parahyangan) untuk "berlatih bersepeda".


"Berlatih bersepeda??",  terdengar seperti anak-anak kecil yang belum mampu menggunakan sepeda dan kemudian berlatih supaya bisa menggunakan sepeda, seperti itulah kenyataan yang saya dapatkan, karena berlatih bersama para srikandi ini saya merasa jadi seperti anak kecil yang belum mampu menggunakan sepeda sebelumnya, banyak hal baru yang saya dapat dari berlatih bersama para wanita perkasa tersebut.


Lima orang wanita perkasa (Cici, Ceuceu, Amink, Dian dan Dhiko) adalah para wanita yang diprediksi akan mengikuti touring sepeda dari Jepara menuju Bandung dalam rangka memperingati hari Kartini. Mereka berlatih dua kali dalam satu minggu, satu hari di KBP, dan satu hari latihan melahap tanjakan disekitaran Lembang. Hanya untuk informasi saja, satu lap bersepeda di wilayah KBP jaraknya sekitar sembilan kilometer. Dalam setiap latihan, para srikandi ini melahap setidaknya 10 lap, jadi total perjalanan mereka dalam satu hari latihan d KBP yaitu sejauh 90km, di tambah jarak dari rumah masing-masing menuju kbp maka setidaknya mereka melahap kurang lebih 100 km setiap latihan, dengan kecepatan rata2 hampir 25 km/jam dengan kontur jalan yang bervariasi.


Brief sebelum latihan


Lima wanita ini bukanlah para atlit yang sengaja di latih untuk mengikuti event touring Jepara Bandung. Mereka adalah wanita-wanita biasa yang tergabung dalam satu wadah komunitas Bike To Work Bandung, hasil latihan saya kira sangat luar biasa untuk ukuran wanita non atlit, dari wanita biasa yang mencintai sepeda mereka kemudian berubah menjadi perkasa melalui proses latihan bersama, tak pernah sedikitpun saya mendengar keluhan mereka, baik itu soal menu latihan, soal cuaca, atau apapun, mereka fokus berlatih, "berlatih bersepeda".


Dengan Instruksi yang diberikan oleh Pelatih (Gustarmono dan Tiyo), mereka berlatih mengenai kombinasi gear yang harus dipergunakan, berlatih mengenai kapan harus memindahkan gear, berlatih formasi (tentang siapa yang harus di depan, siapa harus di tengah, siapa yang harus dibelakang), menjaga kecepatan tetap stabil, menjaga jumlah kayuhan tetap seirama, mendorong atau menarik teman yang tertinggal, atau mengingatkan teman yang terlalu jauh di depan, berlatih menahan terpaan angin, menahan terik matahari, melahap tanjakan, turunan   dst, dst. 



Ada beberapa hal yang menjadi catatan dari "nimbrung"nya saya di latihan bareng para srikandi Bike to work Bandung, bahwa bersepeda bukan melulu soal power, bukan melulu soal bagaimana kita mencapai target berpuluh-puluh atau beratus-ratus kilometer, dan juga bukan melulu soal seberapa cepat kita sampai ke tujuan. semua menu latihan tentu menambah pengetahuan tentang bagaimana bersepeda dengan lebih baik,  tapi pelajaran paling besar yang saya dapatkan adalah bahwa kerjasama dan komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam bersepeda berkelompok, kerjasama dan komunikasi itu juga tidak kemudian sekonyong-konyong hadir, kedua hal itu harus dilatih terus menerus.  Terdengar sederhana, tapi percayalah, tidak sesederhana yang terdengar.



Saling membantu, apabila ada yg sudah lelah


Tetap semangat para wanita, teruslah berlatih,  kalian akan memotivasi banyak wanita lain untuk bisa melakukan hal yang dianggap tidak bisa dilakukan oleh wanita pada umumnya. hidup kartini, keep gowess.


Dari kiri ke kanan: Ceuceu, Dian, Cici, Aming, Dhiko

Read More

Mar
13
Fun Uphill, Punclut


Hari Minggu, tepatnya tanggal 11 Maret 2012 komunitas JEJAK Bandung membuat sebuah kegiatan yang berbeda dari kegiatan-kegiatan fun bike lainnya. Yupp Fun Uphill ke daerah punclut yang merupakan salah satu daerah dataran tinggi seperti lembang.


Yang asiknya lagi dari fun uphill ini akan mendapat coaching clinic dari Dokter Fatah Nurdin seorang pakar kesehatan dan Risa Suseanty, atlet nasional yang mendapatkan medali emas di Sea Games 2011.


Perjalanan di mulai dari Gedung Pakuan, rumah dinas kediaman Gubernur Jawa Barat, menurut rencana akan dilepas oleh Ibu Gubernur , sayang beliau sedang sakit jadi tidak bisa hadir untuk meramaikan acara ini. Sejak pukul 06.00 sudah mulai banyak peserta yang berdatangan untuk registrasi, ternyata acara ini pesertanya tidak hanya dari Bandung sekitarnya, bahkan dari Jakarta juga ada mendaftar.


 



Foto bersama sebelum berangkat


 


Setelah saling mengobrol dan sarapan di gedung pakuan kemudian foto bersama, acara gowes pun di mulai. Rutenya dari Gedung Pakuan – Jl. Aceh – Taman Sari – Dago – SIS (Sekolah Indonesia Singapur) – Punclut.


 



Nanjak teruss :)


 



Ada yang nanjak pake single gear


 



Peserta yang di atas usia 50 tapi masih kuat nanjak


 


Sampai di Punclut setelah istirahat sebentar, acara kemudian di lanjut di dalam gedung untuk mendengarkan coaching clinic dari pembicara.


 



Dokter Fatah dan Risa yang sedang memberikan materi


 


Pembicara pertama adalah Dokter Fatah Nurdin, materinya sangat berguna sekali untuk menjaga kesehatan, beliau menceritakan kenapa jaman dulu umur orang lebih panjang dari orang sekarang, kenapa orang yang di desa dan pegunungan umurnya lebih panjang daripada orang yang tinggal di kota besar. Penyebabnya karena kurang gerak dan makanan.


 



Risa sedang menjelaskan tipe frame sepeda


 


Pembicara kedua, Risa, lebih berbagi info tentang bagaimana menggunakan sepeda yang benar sehingga tidak menyebabkan rasa cepat lelah,  dan sharing juga tentang kehidupannya yang ternyata dari kecil sudah menjadi atlet badminton. Risa juga memberi  sanggahan bahwa mitos kalo sering gowes  akan menyebabkan betis bertambah besar. 


 



Pemberian materi tentang sepeda oleh Risa


 


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.00, acara pun berakhir dengan pembagian doorprize dan makan siang. Kesimpulannya acara ini benar-benar sangat seru, selain dapat tambahan ilmu juga saya dapat doorprize. 


Terima kasih buat JEJAK dan panitia yang telah menyelenggarakan acara ini, di tunggu 2 bulan ke depan (yang katanya JEJAK mau buat acara lagi).

Read More

Feb
15
Sepenggal Kisah Perjalanan Sepeda (11 Juni s.d. 27 Oktober 2011)

Berikut ini adalah cerita perjalanan salah satu goweser dari Bandung yang melakukan perjalanan ke mekkah pada tahun 2011, sayang karena cuaca yang sangat berbahaya di dataran tinggi himalaya, mereka terhenti sampai di cina ..


 


Sepenggal Kisah Perjalanan Sepeda (11 Juni – 27 Oktober 2011)


 



 


Hari sabtu tanggal 11 Juni 2011 pukul 13.00 WIB dilaksanakan pelepasan Tim Ekspedisi Sepeda Internasional (Road To Macca 2011-2012) yang terdiri dari dua orang alumni Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) yaitu Yuyus Sunandar dan Deny Bayu Saefudin, bertempat di halaman Gedung Sasana Krida kampus Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi. Setelah dilepas oleh Rektor Unjani, Bpk. Heriyono, dan Purek III, Bpk. Toto Saputra, ekspeditor bersama Ade Supriyadi (anggota klub sepeda dari Cimahi Threeple C yang ikut menemani sampai Jambi) berangkat menuju checkpoint pertama, yaitu Jakarta.


 



 


Bertemu dengan Menpora, Bpk. Andi Mallarangeng


 


Sesuai dengan rencana, pada tanggal 16 Juni 2011, ekspeditor dapat bertemu dengan Menpora, Bpk. Andi Mallarangeng,  untuk melakukan perpisahan. Selanjutnya, pada tanggal  17 Juni 2011, dilakukan upacara pemberangkatan secara simbolis dari kawasan Monas, Jakarta. Hal ini dilakukan mengingat Monas adalah landmark kota Jakarta, ibukota negara Indonesia. Selepas upacara, ekspeditor melanjutkan perjalanan hingga checkpoint kedua, yaitu Pelabuhan Merak. Pelabuhan ini adalah gerbang keluar Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera.


 


Sesampainya di pulau Sumatera, ekspeditor menuju ke checkpoint selanjutnya, yakni Bandar Lampung. Setelah gagal bertemu dengan Gubernur Lampung karena sesuatu hal, ekspeditor melanjutkan perjalanan menuju Palembang yang merupakan checkpoint selanjutnya. Sesampainya di Palembang, ekspeditor melakukan recovery fisik selama 2 hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Jambi, di kediaman seorang alumni Unjani.


 


 



 


KODIM 0419 Kuala Tungkal


 


Ketika sampai di Jambi, ekspeditor melakukan perjalanan tanpa sepeda ke Bangko dan Kerinci untuk melakukan simulasi kondisi perjalanan di atas 3000 mpdl, di Gunung Kerinci 3805 Mdpl. Selepas simulasi, ekspeditor kembali ke Jambi untuk mengambil sepeda yang dititipkan kepada rekan mahasiswa Universitas Batanghari. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Batam via Kuala Tungkal.


 


Sesampainya di Batam, disamping melakukan vaksinasi meningitis, ekspeditor juga melakukan penambahan logistik, peralatan dokumentasi dan spare part sepeda. Dalam perjalanan antar checkpoint di dalam negeri, ekspeditor banyak dibantu oleh rekan-rekan dari berbagai kalangan, diantaranya adalah mahasiswa, alumni Unjani, kepala desa, walikota, bupati, atlit, PNS,  pengusaha daerah setempat, anggota Polri dan TNI, serta banyak lagi.


 



 


Marina Bay, Singapore.


 


Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju negara selanjutnya, yakni Singapura. Setibanya di Harbourfront, Singapura, pada tanggal 25 Juli 2011, perjalanan dilanjutkan ke KBRI Singapura di Chartsworth Road. Dalam perjalanan menuju KBRI, ekspeditor menyempatkan diri untuk mengunjungi landmark Singapura, yakni patung Merlion di Marina Bay.


 



 


Muar, Johor Malaysia 


 


Perjalanan di negara ketiga, Malaysia, dimulai setelah ekspeditor melewati jembatan perbatasan Woodlands pada tanggal 27 Juli 2011. Sesampainya di checkpoint pertama di negara ini yaitu KJRI Johor Bahru, ekspeditor melakukan cek logistik dan kesehatan. Kemudian, perjalanan menuju checkpoint kedua, yakni KBRI Kuala Lumpur, dilakukan melalui jalur pantai barat. Perjalanan menuju checkpoint ketiga, Butterworth, dilakukan setelah ekspeditor mengunjungi landmark Malaysia, yakni Petronas Twin Tower. Perjalanan di Malaysia diakhiri di perbatasan internasional Malaysia – Thailand, Padang Besar.


 



 


Night Ride di Thailand


 


Pada tanggal 18 Agustus 2011, perjalanan di Thailand diawali dengan perjalanan singkat menuju checkpoint pertama, yakni KJRI Songkhla. Kemudian, dalam perjalanan panjang menuju checkpoint kedua, yakni KBRI Bangkok, ekspeditor di undang untuk mampir ke kediaman seorang rekan pesepeda di Ko Samui. Sembari memenuhi undangan ekspeditor memutuskan untuk melakukan recovery fisik dan psikis di Ko Samui selama 4 hari. Dalam perjalanan menuju Bangkok, ekspeditor berhenti sejenak di Surat Thani untuk menitipkan sepeda di stasiun kereta setempat. Hal ini dilakukan karena ekspeditor harus kembali melakukan visa extension di perbatasan internasional terdekat, yakni Padang Besar.


 


Sesampainya di KBRI Bangkok, ekspeditor melakukan pengalihan rute perjalanan atas saran dari Sekretaris Pertama KBRI, Bpk. Suargana. Beliau tidak menyarankan kami melaksanakan perjalanan sepeda melewati Myanmar dengan pertimbangan keamanan yang kurang terjamin. Setelah dilakukan riset singkat, ekspeditor kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Laos. Perjalanan menuju Laos dilakukan dengan bantuan kereta api dari stasiun kereta api Bangkok hingga ke stasiun kereta api Udon Thani. Sesampainya di Udon Thani, ekspeditor kembali mengayuh sepeda hingga jembatan perbatasan internasional di Mueang Nong Khai, atau yang terkenal dengan nama “Thailand – Laos Friendship Brigde, Nong Khai”.


 


Setelah tiba di Laos pada tanggal 12 September 2011, checkpoint pertama yang dituju adalah KBRI Vientiane. Di ibukota Laos ini, ekspeditor tinggal sejenak di KBRI Vientiane dalam rangka membuat visa turis untuk masuk ke China dan India. Pengajuan visa turis ke Cina didapat dengan mudah atas bantuan KBRI, namun untuk visa turis ke India kami harus mengajukan permohonan di Kedutaan Besar India di Beijing, China atau Khatmandu, Nepal. Berbekal visa turis, ekspeditor melanjutkan perjalanan ke Cina dengan melewati sisa 3checkpoint di Laos, yakni Louang Prabang, Pak Mong dan Boten. Perjalanan di Laos diakhiri di perbatasan internasional Boten pada tanggal 7 Oktober 2011.


 



 


Di China


 


Bermula dari perbatasan internasional Boten, ekspeditor melakukan perjalanan jauh menujucheckpoint pertama, yakni Kunming. Dalam perjalanan menuju Kunming, kondisi cuaca berubah secara cepat menjadi dingin. Hal ini dikarenakan oleh hembusan angin yang berasal dari utara, salah satunya dari dataran tinggi Tibet. Salah satu ekspeditor, yakni Deny Bayu, mengalami cidera pada otot kaki bagian kanan karena kelelahan dan cuaca dingin.


 



 


Berfoto di china


 


Pertimbangan mengenai kondisi cuaca yang ek-m dan dikhawatirkan ekspeditor terjebak musim dingin di dataran tinggi Tibet dan pegunungan Himalaya, khususnya bagi kami para pesepeda yang berasal dari daerah tropis, dan kondisi fisik Deny yang tidak mendukung, maka ekspeditor memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Kepulangan ekspeditor ke Indonesia ditujukan untuk kegiatan pengambilan rute alternatif yang lebih bersahabat. Dalam perjalanan pulang ke Indonesia, ekspeditor memutuskan untuk mengunjungi KJRI Guangzhou sebagai kantor perwakilan terdekat di daerah China bagian selatan. Proses kepulangan ekspeditor ke Indonesia dibantu oleh KJRI Guangzhou dan Atase Pertahanan KBRI Beijing. Pada tanggal 27 Oktober 2011, ekspeditor berangkat dari Guangzhou, China menuju Jakarta, Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang.


 


Daftar Sponsor yang sudah mendukung


 



  • Kementerian Luar Negeri RI

  • Kementerian Pemuda dan Olahraga RI

  • Pemerintah Kota Cimahi

  • PT Eigerindo Multi Produk Indu-

  • CKS Cloth

  • Bivoac Climbing Wall

  • Trekking

  • Sinar Abadi Bike

  • Jepara Abadi Jaya/Ponton (Kontraktor).


 


Daftar Donatur selama perjalanan


 


Indonesia : ISSI Purwakarta, Dandim Purwakarta, Wakil Bupati Karawang, Sekretaris Anggota DPRD Karawang, Agus Purnomo & David Muslim (ALB Bharawana), Pemkab. Bekasi, DPRD kab. Bekasi, Wartawan media cetak & elektronik, Arruman Travel, Menpora Jakarta, Rahman (anggota Polri) Serang Banten, Kesra Lampung Selatan, Alex Firdaus (alumni Unjani) Lampung Tengah, Hesti Ayu Wardani (ALB Bharawana), Wakil Bupati Lampung Tengah, Sektiono (alumni Unjani) Bandar Lampung, Kapolres Kota Bumi, Victorian (alumni Unjani) Palembang, Danrem Garuda Putih Jambi, Sekda Kota Jambi, Kapten (TNI) Gunawan Kuala Tungkal Jambi, KNPI & Dispora Kuala Tungkal, Cecep Kuala Tungkal & Rino Batam (Alumni Unjani), Kapal Sabang Marindo Kuala Tungkal, Dandim Batam, Batam Cycling Club, Mapala UNILA, UNBARI dan para hamba Allah yang tidak berkenan dipublikasikan.


 


Singapura : KBRI Singapura, Biker Scooter Singapura


 


Malaysia : KJRI Johor Bahru, KBRI Kuala Lumpur, Warga Negara Indonesia di Malaysia,  Bikepacker Malaysia, Warga Malaysia


 


Thailand : KJRI Songkhla, KBRI Bangkok, Narong Pondate By Beach Resort Ko Samui


 


Laos : KBRI Vientiane, penduduk asli Laos


 


China : KJRI Guangzhou, KBRI Beijing, penduduk asli China


 


 


Rencana Ekspedisi Sepeda Lanjutan (20 Mei – 10 November 2012)


 


Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei dijadikan titik awal Ekspedisi Sepeda Lanjutan menuju Mekkah, Saudi Arabia yang bertolak dari New Delhi, India dan berakhir pada tanggal 10 November 2012 dengan maksud mengambil momen Hari Pahlawan.


 


Untuk Perjalanan kali ini akan dilakukan oleh seorang diri, Ekspeditor Yuyus Sunandar, namun Ekspeditor Deny Bayu Saefudin akan bertindak sebagai tim pendukung di tanah air.


 


Rute baru perjalanan dengan negara-negara yang akan ditempuh India – Oman – Uni Emirat Arab – Qatar – Arab Saudi


 


Tujuan EKSPEDISI



  • Menumbuhkan semangat dan keberanian menghadapi tantangan dalam beribadah kepada umat muslim di Indonesia, memperlihatkan kepada bangsa lain bahwa kita mampu melakukan hal-hal besar.

  • Menumbuhkan kebanggaan yang bisa meningkatkan harga diri bangsa dan menghapus rasa rendah diri di mata bangsa lain

  • Mengibarkan “Sang Merah-Putih” sepanjang perjalanan  menuju Mekah (Arab Saudi).

  • Mempromosikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, khususnya ke negara-negara yang dilewati selama perjalanan menuju Mekah.

  • Mengkampanyekan secara internasional tentang ancaman “global warming” dan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan, dengan mempopulerkan sepeda sebagai sarana transportasi ramah lingkungan.

  • Mendokumentasikan kisah perjalanan haji dengan sepeda ke dalam bentuk buku, foto dan film dokumenter.

  • Merintis silaturahmi dengan komunitas umat Islam dan masyarakat Indonesia di negara-negara sahabat.


 


 


Kami terbuka terhadap bentuk manfaat sponsorship dan dukungan yang lebih sesuai bagi perusahaan/instansi Anda dalam Ekspedisi ini” 


 

Read More


Latest News
  • PEDULI PENDIDIKAN, KAGUM HOTELS GELAR NIGHT CHARITY BIKE 2014

    Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam kepedulian bidang pendidikan. Peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan perwujudan Bandung bersih bebas polusi dan pribadi yang sehat dengan berolahraga

  • CKS Ngabuburit

    CKS Ngabuburit Diskon Produk - Pelatihan Marshall - Berbagi Tajil - Pengumpulan Dana Sosial - Sosialisasi acara Bersaling - Stand Mitra CKS - Stand Komunitas

  • CKS Festival

    CKS Festival Minggu, 2 Juni 2013 CKS Promo - Bazar Mitra CKS - Stand Komunitas - Hiburan - Bedah Buku - Service Gratis - Coaching Clinic

  • Chandra Raftsanjani Menjuarai CKS Cloth Racing to the Top

    Lomba tanjakan ini diselenggarakan di daerah perbukitan Bandung Utara. Letak geografis kota Bandung memang dikelilingi gunung dan bukit yang membuat warga kota Bandung, terutama pesepedanya cukup akrab dengan lintasan tanjakan. Bandung pun banyak melahirk

  • Racing To The Top

    pendaftaran bisa langsung ke CKS, Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 83 Bandung Bike System, Jl. Ir. H. Djuanda No. 342 A Bandung Deddy Bike, Jl. A. Yani No. 288 Bandung SA Bike, Jl. Cisangkan Hilir No. 723 Cimahi Kang Cuham, 0877 2250 3509 Pak Iwan BBC,

Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 83
Bandung, Jawa Barat
Indonesia
40263

Phone : 0812-146-79997
Fax : 022-7302326
e-mail : info@cks.asia
PIN : 2835D2FC

Follow Us On:

ckscloth