Blog
Nov
24
Mari Berjalan Kaki

 




 



 


 


 


Sesederhana jalan kaki, manfaatnya banyak sekali. Tidak terbayang bukan kalau kegiatan mengayunkan langkah kaki jika dilakukan setiap hari memiliki dampak yang baik untuk pusatnya organ di tubuh kita: jantung.


Berjalan kaki yang dimaksud bukan jalan kaki jarak jauh semala berjam-jam untuk menempuh satu titik ke titik yang lain. Jalan kaki yang termasuk kategori olahraga berupa kegiatan yang dilakukan selama beberapa waktu tertentu saja. Misalnya jalan kaki non-stop 15 menit, 20 menit, bahkan 60 menit.


Berikut ini adalah manfaat jalan kaki  untuk kesehatan tubuh kita:


1.      Menguatkan Jantung


Menggerakan tubuh meningkatkan metabolisme. Metabolisme ini yang melancarkan sirkulasi darah. Bila sirkulasi lancar dan bersih, jantung pun bekerja dengan damai.


2.      Mengontrol Gula Darah


Dikutip dari American Medical Association, orang yang secara teratur berolahraga di pagi hari, termasuk jalan kaki, akan memiliki kontrol gula darah yang baik di sepanjang harinya.


3.      Menurunkan Berat Badan


Siapa yang tak ingin memiliki berat badan ideal. Jika tak ada waktu untuk olahraga cukup ketat, maka mulai lah dengan berjalan kaki secara teratur. Misalnya 30 menit sebelum ke kantor, sempatkan berjalan kaki keliling kampung sekitar rumah. Meskipun kalori yang terbakar tidak dalam jumlah yang besar, akan tetapi bila konsisten dilakukan akan memberi efek yang ampuh untuk berat badan kita.


4.      Menguatkan Otot


Berjalan kaki membuat otot di paha, kaki termasuk bokong menjadi lebih kencang. Bukan hanya berat badan berkurang, gelambir di tubuh pun hilang. Secara langsung hal tersebut berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Rajin olahraga berjalan kaki meningkatkan stamina tubuh sehingga tidak mudah sakit dan tidak cepat lelah.


Menyenangkan bukan jika kita selalu dalam keadaan sehat dan stamina kuat. Siang yang sangka untuk mewujudkannya semudah berjalan kaki. Yuk mulai olahraga esok hari dimulai dengan berjalan kaki!


Read More

Nov
10
Jangan Lupa Bahagia, Jangan lupa Berolahraga


 


Olahraga sesungguhnya bukan kegiatan yang sulit apalagi berat. Pergi ke luar rumah dan berjalan kaki secara berkala, itu namanya olahraga. Kata kuncinya adalah bergerak dalam tempo. Itu lah olahraga.


Tidak ada yang sia-sia dengan menyisihkan waktu barang 30 menit per hari untuk sekadar jalan kaki. Apalagi kalau bukan cuma jalan kaki, tapi juga bersepeda, sit-up, bahkan lompat tali.


Alasan sehat secara fisik bukan lagi hal yang banyak dicari orang saat mereka berolahraga. Kita juga ingin bahagia kan?  Pikiran lebih sehat dan bahagia dengan berolahraga, apa bisa?


Bisa banget!


Olahraga dapat membantu kita membangun suasana hati yang jernih. Peneliti dari University of Vermont di Amerika pernah mengatakan bahwa olahraga 20 menit akan membuat mood lebih baik selama 12 jam.


Olahraga meningkatkan hormon endorfin. Hormon tersebut kita kenal dengan nama hormon bahagia. Kalau endorfin menjalar ke seluruh tubuh, dapat dipastikan kita sedang cengar-cengir tersenyum bahagia.


Tidak berhenti sampai di situ saja. Olahraga memungkinkan organ di tubuh kita menekan produksi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang memicu stres dan adrenalin. Kalau kamu cemas dan mudah stres, kortisol lah penyebabnya.


Meluangkan waktu 20 menit dalam sehari apa susahnya. Bayangkan berapa milyar manusia di dunia ini yang lebih bahagia kalau mereka mau olahraga sebentar saja.


Sebagai bonus, tubuh lebih sehat . Sudahlah bahagia, sehat pula. Apa yang lebih berharga dari kebahagiaan dan kesehatan yang baik?

Read More

Feb
27
PEDULI PENDIDIKAN, KAGUM HOTELS GELAR NIGHT CHARITY BIKE 2014

“Targetkan 2000 Peserta, Seluruh Keuntungan Dipergunakan Merenovasi Sekolah Dasar” Bandung, Februari 2014 – Setelah sukses menggelar acara Night Charity Bike 2012, yang diikuti oleh 1500 peserta dan mengumpulkan dana sumbangan sebesar Rp 80 juta, KAGUM Hotels kembali meramaikan Bandung dengan menggelar KAGUM Hotels Night Charity Bike 2014, pada hari Jumat, tanggal 7 Maret 2014, dengan garis awal dan akhir di Kantor Walikota Bandung. Masih dengan target 2000 peserta, dan jarak tempuh 8 kilometer, acara ini mempunyai misi sosial, dimana seluruh  keuntungan yang terkumpul, akan dipergunakan untuk merenovasi Sekolah Dasar di daerah Bandung dalam program Sekolahku, melalui  yayasan KAGUM Cerdas  Bangsa. Tahun 2013, Yayasan Cerdas Bangsa telah merenovasi SMP Karya Nusantara di Bandung. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam kepedulian bidang pendidikan. Peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan perwujudan Bandung bersih bebas polusi dan pribadi yang sehat dengan berolahraga.” jelas Asep Supardi, President Yayasan KAGUM Cerdas Bangsa. Untuk mengikuti acara ini, para peserta bisa mendaftar dengan biaya Rp 45,000 per-orang, dengan fasilitas 1 buah T-Shirt, dan kupon undian, Konsumsi serta kupon door prize dengan kesempatan memenangkan 1 buah motor dan 10 unit sepeda motor dan hadiah menarik lainnya, diantaranya voucher menginap di KAGUM Hotels Jawa dan Bali. Pendaftaran bisa dilakukan di seluruh jaringan KAGUM Hotels di Bandung, Hotel Grand Serela Setiabudhi, Hotel Golden Flower, Hotel Banana Inn, Hotel Gino Feruci Braga, Hotel Amaroossa, Hotel Gino Feruci Kebonjati, Hotel Verona Palace, Hotel Serela Riau, Hotel Serela Merdeka, Hotel Malaka, Hotel Zodiak @ Paskal, Hotel Zodiak @ Sutami dan Hotel Zodiak @ Asia Afrika, sampai dengan tanggal 5 Maret 2014.


                “Night Charity Bike adalah acara tahunan KAGUM Hotels. Untuk acara sekarang merupakan kali ketiga kami mengadakan acara ini dalam program KSR (KAGUM Social Responsibility), yang peduli akan pendidikan di masyarakat sekitar. Dimana kami melakukan survey dan memilih SD untuk direnovasi. Kami mengajak para Komunitas Sepeda di Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya untuk bisa bergabung dan berbagi di acara ini” jelas Yazi Widjaya, Ketua Pelaksana. Untuk rute berjarak 8 km akan melewati Jl. Merdeka, Jl. Lembong, Jl Tamblong, Jl, Asia Afrika, Jl. Bancey, Jl. ABC, Jl. Naripan, Jl. Braga, Jl. Suniaraja, Jl. Wastukencana, Jl. RE Martadinata, Jl, Lombok, Jl. Aceh, Jl. Kalimantan, Jl. Sumatra, Jl. Merdeka dan kembali ke Kantor Walikota Bandung. Selama acara berlangsung, peserta juga akan disuguhi aneka makanan ringan yang tersedia di stand, hiburan dari music tradisional, musik akustik, penampilan sulap, cheerleaders, sampai dengan musik dangdut yang dikemas dengan permainan dan hadiah menarik. Acara sosial ini didukung oleh 24 sponsor, diantaranya Bank DKI, Bank Bukopin, Bank BRI, Bank ICBC, Honda, Inaco, Ace Hardware, Garmelia, Commenwealth life, Sharon, Advance, Citilink, Pocari, Daktarin, Indomilk, Asuransi Bintang, Bike Colony, Kopiko, Cimory, Kentucky Fried Chicken, hydrococo, Universal Holiday, CKS dan PIXY, JNC cookies, universal holiday travel, OUTLIVE.arindo cipta perkasa, iartco, SINDATA. Juga 14 media partner, Harian Pikiran Rakyat, Tribun Jabar, Galamedia, Republika, SE Radio, Auto Radio, iradio, Hard Rock FM, Raka FM, Radio Sonora, Sindo Radio, Global Radio, Radio Dangdut Indonesia, Republika Online dan Bandungnewsphoto.com.


 

Read More

Jul
27
CKS Ngabuburit


CKS Ngabuburit Diskon Produk - Pelatihan Marshall - Berbagi Tajil - Pengumpulan Dana Sosial - Sosialisasi acara Bersaling - Stand Mitra CKS - Stand Komunitas

Read More

Jun
01
CKS Festival
CKS Festival Minggu, 2 Juni 2013 CKS Promo - Bazar Mitra CKS - Stand Komunitas - Hiburan - Bedah Buku - Service Gratis - Coaching Clinic

Read More

Feb
09
Chandra Raftsanjani Menjuarai CKS Cloth Racing to the Top
Lomba tanjakan ini diselenggarakan di daerah perbukitan Bandung Utara. Letak geografis kota Bandung memang dikelilingi gunung dan bukit yang membuat warga kota Bandung, terutama pesepedanya cukup akrab dengan lintasan tanjakan. Bandung pun banyak melahirk

Read More

Jan
14
Racing To The Top


 


Kejuaraan Tanjakan yang di selenggarakan oleh CKS, pendaftaran bisa ke


CKS, Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 83 Bandung

Bike System, Jl. Ir. H. Djuanda No. 342 A Bandung

Deddy Bike, Jl. A. Yani No. 288 Bandung

SA Bike, Jl. Cisangkan Hilir No. 723 Cimahi

Kang Cuham, 0877 2250 3509

Pak Iwan BBC, 0821 3053 5562

Bengkel LBG (Pak Asep) Jl. Cijeruk No. 110 Lembang

 

atau kalo mau daftar online bisa ke



http://www.cksrace.blogspot.com/


untuk info lebih lanjut bisa hub Devies 0856 2457 8844

Read More

Nov
27
Bike Repair Review
Ada beberapa hal menarik yang menjadi perhatian mengenai materi yang diberikan, salah satunya yaitu pendapat mengenai penggunaan sepeda yang benar, bukan yang nyaman.

Read More

Sep
26
Fun Bike HUT Kota Bandung yang ke 202


Pendaftaran bisa di cks 35.000 mendapatkan jersey + snack + kupon doorprice

Read More

Sep
01
Support Tim Indonesia di HWC 2012


 


Satu Mimpi Untuk Indonesia

Dengan berpedoman pada prinsip Hidup Adalah Udunan (patungan), mari kita dukung tim nasional street soccer Indonesia untuk berlaga di Homeless World Cup (HWC) 2012 di Mexico City tanggal 6-14 Oktober 2012.

Kami hanya perlu Rp. 1.000 saja dari 500.000 masyarakat Indonesia termasuk Anda untuk ongkos keberangkatan tim Indonesia menuju Mexico City.

Tim Indonesia di wakili oleh Rumah cemara, sebuah organisasi berbasis komunitas untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan pengguna narkoba di Indonesia, didirikan oleh lima mantan pengguna narkoba dengan satu tujuan, Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan pengguna narkoba.

Untuk informasi, pada HWC 2011 di Paris, Indonesia menduduki posisi ke-6 dan dinobatkan sebagai tim pendatang baru terbaik. Ginan Koesmayadi, kapten tim Indonesia, dinobatkan sebagai pemain terbaik HWC 2011.

Mari bersatu wujudkan MIMPI Kibarkan Bendera Indonesia di Homeless World Cup 2012! Respect!!


titik point pengumpulan donasi ada di cks jl. pelajar pejuang no. 83, flashy jl dipati ukur no. 1, redsdipo jl. dipati ukur no. 1, riotic jl. sumbawa no. 61, shelter bike bdg di ganesha atau di dago, invictus jl. sultan agung no. 9, rockmen jl. trunojoyo no. 25, noah_id jl. sumbawa no. 61, kantor simamaung daerah suci

Read More

Aug
30
Workshop Bike Repair


Sebuah pelatihan mengenai perbaikan sepeda atau lebih dikenal dengan sebutan bike clinic baru saja selesai dilaksanakan, kegiatan yang diberi judul “CKS Free Workshop Bike Repair” merupakan sebuah rangkaian yang telah dilakukan selama lima minggu berturut-turut. Dimulai pada tanggal 15 juli 2012 dan berakhir pada tanggal 12 Agustus yang dilakukan setiap hari minggu sore di jln pelajar pejuang 45 no 83 Bandung, di pelataran parkir toko CKS. Tidak kurang dari 50 pesepeda hadir di tiap minggunya untuk mengikuti materi-materi yang diberikan oleh nara sumber.



Pihak CKS sebagai panitia menjelaskan bahwa konsep acara workshop ini sederhana, hanya ingin memberikan pengetahuan tentang bagaimana pesepeda melakukan perbaikan terhadap sepeda yang digunakan ketika mereka mengalami gangguan diperjalanan, serta menjelaskan tentang kerusakan yang umum dan sering terjadi. Acara ini dilatar belakangi oleh seringnya teman-teman pesepeda mengalami gangguan di jalan tetapi tidak tahu bagaimana melakukan tindakan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Banyak juga pesepeda yang memiliki peralatan untuk melakukan perbaikan, beberapa bahkan memiliki peralatan yang cukup lengkap, tetapi mereka mengakui kalo mereka tidak bisa mempergunakan semua peralatan tersebut. Alasan lainnya yaitu sebuah kata-kata sederhana yang menyebutkan ‘kalau kita bisa mengerjakan sendiri, kenapa harus dikerjakan orang lain’. Seringkali pesepeda mempercayakan segala urusan perbaikan sepedanya kepada pihak bengkel,  bahkan untuk kerusakan  paling sederhana, seperti mengganti ban dalam, atau menyetel rem dan derailleur. Semua itu sebenarnya bisa dilakukan sendiri dengan alat secukupnya, sedikit keinginan untuk mencoba, serta pengetahuan yang cukup, dan hal tersebut tidak memakan waktu yang cukup lama, maka untuk perbaikan yang bersifat sederhana sebenarnya kita semua bisa melakukan hal tersebut sendiri, tanpa harus pergi ke bengkel.



Lalu materi apakah yang sebenarnya diberikan dan apa yang menarik dari acara tersebut. Sesuai dengan judulnya, “CKS free workshop bike repair” acara ini gratis alias tidak dipungut biaya sedikitpun, peserta hanya diharuskan mendaftar karena jumlah peserta yang dibatasi, membawa sepedanya selama acara berlangsung dan juga peralatan sederhana yang terdiri dari kunci L, pemotong/penyambung rantei, serta sendok ban. Materi yang diberikan berbeda di tiap minggunya, dibagi menjadi 5 materi secara umum, antara lain, roda dan ban, transmisi, rem, komponen handling, serta perawatan rutin berkala. Semua materi tersebut dibahas secara mendasar dari mulai anatomi dari setiap bagian sepeda yang sedang dibahas, sumber kerusakan di perjalanan, dan kemudian cara memperbaiki atau menyetelnya dengan baik dan benar.



Nara sumber yang diundang menjadi pembicara yaitu para teknisi sepeda di bengkel yang sudah berpengalaman, ada kang Deddy dari Deddy Bike, ada Gustar Mono dari Roninrides, Jaka dari Take Shop dan juga Deden dari fatherbike. Selain mendapatkan penjelasan dari nara sumber, peserta juga diminta untuk mempraktekkan langsung pengetahuan yang sudah didapat, dengan harapan peserta bisa langsung megetahui kesulitan apa saja yang mungkin dialami ketika melakukan perbaikan dan bisa langsung berinteraksi dengan nara sumber. Menurut pihak panitia target peserta dari acara tersebut adalah para pesepeda pemula, tapi kemudian justru banyak juga peserta senior yang mengikuti acara, salah satu alasan mereka mengikuti acara terseut selain memberikan tambahan pengetahuan, juga ingin mengetahui apabila ada metode-metode perbaikan lain yang belum diketahui.



Di setiap materi yang diberikan selalu terjadi diskusi yang menarik dan cukup panjang, karena antusias para peserta yang cukup tinggi untuk bertanya dan menggali lebih dalam mengenai materi yang telah diberikan. Karena dilaksanakan pada bulan ramadhan dan juga diadakan pada sore hari, maka acara ini juga menjadi ajang ngabuburit dan ajang kumpul teman-teman dari komunitas sepeda di Bandung untuk berbuka puasa bersama. Panitia pelaksana berharap acara seperti ini bisa terus berlanjut dengan konsep yang lebih segar, selain ajang berbagi pengetahuan acara seperti ini juga bisa menjadi ajang tempat berkumpulnya teman-teman pesepeda dari berbagai komunitas di kota Bandung.



 


Tulisan ini dimuat juga di Koran Pikiran Rakyat tanggal 26 Agustus 2012


Read More

Apr
23
Pelepasan Srikandi oleh Menpora

Olahraga terutama bersepeda jarak jauh selalu diidentikan dengan image pria petualang. Tapi teman-teman yang tergabung dalam rombongan 21 Srikandi membuktikan bahwa wanita juga bisa bersepeda hingga menempuh jarak ratusan kilometer.



Selama ini perayaan hari kartini indentik dengan rambut yang sanggul serta mengenakan baju kebaya dan dirayakan semarak dengan cara yang itu itu saja. Namun ternyata seremoni hari Kartini bisa digantikan dengan kegiatan positif seperti  yang dilakukan para ke-21 Srikandi. Selain bersepeda jarak jauh para srikandi juga menyebarkan pesan sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan bagi siapa pun termasuk perempuan.



Di akhir acara, Menpora Andi Mallarangeng berpesan "Lakukan yg terbaik, inspirasikan wanita lain supaya indonesia bisa lebih berprestasi khususnya di bidang olahraga." Rute perjalanan besok tidaklah ringan, tetapi Menpora berharap  Mudah2an perjalanan selanjutnya bisa berada di rute yang baru, mudah-mudahan bisa di wilayah timur Indonesia dan latar belakang pesertanya bisa lebih beragam.


Read More

Apr
23
Gowes Chantique, Merayakan Hari Kartini Bersama NGN


Tidak seperti biasanya, hari minggu 22 april 2012 di Car Free Day Jl. Merdeka Bandung (tepatnya di depan BIP) berkumpul para wanita menggunakan sepeda dengan pakaian daerah, mereka adalah peserta gobring (gowes ngabring) NGN,  untuk yang ke tiga kalinya NGN mengadakan acara yang di beri nama gowes chantique dalam rangka memperingati hari kartini serta hari bumi. Mengapa acara gowes ini didominasi oleh perempuan, itu karena penyelenggaranya adalah NGN, kepanjangan dari nu gareulis ngagowes, seperti yang telah banyak diketahui bahwa NGN adalah sebuah komunitas sepeda di kota bandung yang memfokuskan diri untuk mengajak perempuan-perempuan khususnya di kota Bandung untuk menggunakan sepeda.



Sepeda Peserta yang dihiasi tanaman dan buah hidup


Sekitar 200 pesepeda berkumpul sejak pukul 6 pagi untuk mengikuti acara gowes ngabring.  Acara gowes sendiri dilakukan tepat pada pukul  tujuh setelah pengibaran bendera start yang dilakukan oleh Ibu Shendy. Gowes ngabring ini terasa berbeda dengan acara fun bike pada umumnya, perbedaan yang paling terlihat adalah bahwa peserta gowes didominasi oleh perempuan dan mereka semua menggunakan pakaian adat berupa kebaya dan juga batik, dan yang lebih menarik perhatian adalah beberapa sepeda dihiasi oleh berbagai hiasan bunga yang cukup mengundang mata, hal tersebut bisa terjadi karena  acara ini juga menjadi ajang lomba menghias sepeda dengan bunga hidup yang diadakan berkat kerjasama antara NGN dan  IPBI DPC Bandung (Ikatan Perangkai Bunga Indonesia) PDC Bandung.



Juri sedang melakukan penilaian


Acara gowes ini juga diikuti oleh Ibu Erika, yang telah banyak dikenal oleh para pesepeda bandung sebagai salah satu aktivis sepeda.



Acara dilepas oleh Ibu Shendy


Acara gowes ngabring sendiri berjalan tanpa hambatan yang berarti, jalur yang dipilih adalah jalur yang tidak begitu ramai oleh kendaraan bermotor dan juga mendapat pengawalan yang cukup baik dari para marshall pria yang terdiri dari berbagai komunitas di kota bandung. Acara tidak berhenti di gowes ngabring, karena ternyata di lokasi acara yaitu d groove sport n wellnes center , rupanya telah disiapkan oleh panitia berupa acara talk show yang berhubungan dengan wanita tentunya.



Peserta sudah mulai gowes menuju D Groove


Acara talk show di buka oleh Ibu Shendy dan juga Ibu Erika, talk show di bagi menjadi empat sesi, sesi pertama yaitu mengenai kanker payudara yang diisi oleh dr Ahyani dari YKP Jabar (Yayasan Kesehatan Payudara Jawa Barat), beliau menerangkan segala hal mengenai kanker payudara dan mengajak para peserta untuk peduli terhadap kesehatan payudara, dan bahwa salah satu hal yang bisa mengurangi resiko nya yaitu dengan berolahraga.



Setelah tiba di lokasi


Talkshow Sesi kedua adalah mengenai kecantikan, tema yang di bahas yaitu “Tetap cantik ketika bersepeda”, dimana kesimpulan yang bisa di ambil dari talkshow tersebut adalah bahwa para wanita bisa tetap cantik walaupun bersepeda dibawah terik matahari, debu dan polusi yang mengancam kecantikan dan kesehatan kulit mereka.



Acara Talk Show yang dibuka oleh Ibu Shendy


Sesi ketiga yaitu membahas mengenai bagian terintim dari wanita, mengenai bagaimana merawat dan menjaga daerah kewanitaan tetap bersih dan higienis dan tetap sehat tentunya meskipun sering berkeringat karena bersepeda.


Sesi talk show terakhir membahas hal-hal teknis yang berhubungan dengan sepeda yang diisi oleh Asep Irawan dari komunitas JEJAK.


Acara demi acara berjalan dengan lancar dan peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara karena semua tema talk show sangat relevan dengan para wanita pesepeda yang merupakan peserta acara.



Pembagian hadiah untuk para pemenang lomba sepeda hias


Acara kemudian ditutup dengan pembagian door prize dari sponsor yang mendukung acara ini.


Terus maju NGN, teruslah mengajak para wanita untuk bersepeda, jadikan gerakan ini sebagai bukti bahwa perempuan juga memiliki peran besar dalam menyehatkan masyarakat dan juga dalam pelestarian lingkungan melalui kampanye penggunaan sepeda. Jaya terus NGN, Nu Gareulis Ngagowes.

Read More

Apr
21
21 Srikandi Bersepeda Antarkota

Setelah menjalani beberapa hari sesi latihan di tempat dan kota berbeda hingga penyeleksian, akhirnya 21 Srikandi anggota Bike to Work (B2W) Indonesia terpilih pun mulai start tadi pagi untuk bersepeda jarak jauh dari Jepara menuju Bandung yang berjarak km. Kegiatan ini merupakan yang kedua kali dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini setelah yang pertama kali sudah terlaksana pada tahun lalu yang diikuti oleh 10 goweser dari Jakarta menuju Jepara.


Gowes Srikandi II Inspirasi bagi Negeri kali ini mengusung tema “Merayakan Semangat Perempuan Pahlawan Indonesia Menuju Generasi Penerus yang Bermartabat”, dan mendapat dukungan dari beberapa sponsor seperti Herbalife, Bank BNI, Pocari Sweat, CKS, dan lain-lain.


Menurut Linda Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada hari Rabu kemarin (18/4), “Tujuan perjalanan ini, selain memperingati semangat perempuan perjuangan pahlawan perempuan, juga mengkampanyekan sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan bagi siapa pun termasuk perempuan.” Lanjutnya, “Perjalanan Srikandi ini membawa misi perjuangan dan kepahlawanan RA Kartini di Jepara dan semangat pantang menyerah Dewi Sartika di Bandung. Perjalanan ini untuk membawa isu kekinian, membawakan suara kemandirian, dan peka terhadap lingkungan sekitar sekaligus kepedulian kepada generasi anak Indonesia.”


Tense Manalu (39), koordinator Tim Srikandi, mengatakan, “Saat ini, sepeda bukan hanya dijadikan alat pemuas hobi, tetapi dapat dijadikan sebagai alat transportasi alternatif yang semakin banyak diminati. Semoga perjalanan kami bisa menjadi inspirasi bagi kaum perempuan untuk berani melakukan perubahan, minimal untuk dirinya sendiri.”


13349840611230807609


Para Srikandi menjalani sesi latihan di Kota Baru Parahyangan,

Bandung (atas) dan Jakarta (bawah)


Toto Sugito, Ketua Umum B2W Indonesia, mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan tekad para Srikandi yang berani melakukan perjalanan ini. “Bahkan kami percaya, semangat 21 Srikandi dapat meningkatkan jumlah pesepeda perempuan sehingga mampu membangun masyarakat indonesia yang berkualitas secara fisik, psikis, dan moral.”


Latihan teknik pedalling, mobile feeding, pergantian posisi barisan, dan endurance selama masa latihan di Bandung, Jakarta, Jepara, dan Surabaya diharapkan membuat para Goweser Srikandi ini mampu menempuh perjalanan Jepara - Bandung sejauh 582 Km selama delapan hari melewati tiga provinsi yang terbagi menjadi enam etape dan satu hari istirahat di Yogyakarta.



Saat jumpa pers di Jakarta (Rabu, 18/4)


Etape 1 sudah dimulai pada hari ini (21/4) dengan jalur Jepara, Demak, Purwodadi, Solo yang akan menempuh jarak 119 Km. Etape 2 (22/4) dengan jalur Solo, Kartosuro, Klaten, Prambanan, dan Jogja (66 Km). Hari Senin (23/4) adalah masa istirahat dan recovery di Yogyakarta. Etape 3 (24/4) dilanjutkan dengan jalur Yogyakarta, Wates, Purworejo, Kebumen, dan Gombong (129 Km). Etape 4 (25/4) dengan jalur Gombong, Sumpiuh, Buntu, Rawalu, Wangon, dan Majenang (101 Km). Etape 5 (26/4) dengan jalur Majenang, Banjar, Ciamis, dan Tasikmalaya (69 Km). Etape 6 (27/4) dengan jalur Tasikmalaya, Malangbong, Nagrek, Cileunyi, dan Bandung (98 Km). Sedangkan pada hari Sabtu (28/4) para srikandi akan bersosialisasi di Bandung.


Pada hari sebelumnya, ke-21 Srikandi ini menggelar sejumlah aktivitas di Jepara seperti kampanye semangat berdonor darah, mengunjungi Museum RA Kartini, Monumen Ari-Ari RA Kartini di Mayong, Sentra Indu- Tenun Troso dan Monel, serta mengunjungi makam pemimpin perempuan yang pernah membawa Jepara mendunia yakni Ratu Kalinyamat.


Ke-21 Srikandi terpilih dari 43 orang yang mendaftar itu adalah Anita Santa F. Panggabean, Aristi Prajwalita Madjid, Diah Kusumo Dewi, Elizabeth Zoraya Paskarini, Ernawati Bintoro, Evie Permata Sari, Gia Amalia, Hatning Natalia Maindra, Intan Satria, Lita Apriantini, Novita, Rahmidiarti, Rani Pratikaningtyas, Rini Rismiati, RR. Fannie Waldhani Christinari, Sarah A. Walangitang, Seklie Patyunie-, Sri Hardaningrum, Tense Manalu, Tentrem Sartika, dan Winna Ananda. Dari total 21 srikandi ini, 15 berasal dari Jabodetabek, 3 dari Bandung, 2 dari Jepara, dan 1 dari Surabaya. Tiga srikandi yang mewakili B2W Bandung adalah Cici (Ernawati Bintoro), Aming (Hatning Natalia Maindra), dan Ceuceu (Rini Rismiati).


Cici (32) lahir di Pekalongan dan saat ini bekerja sebagai desainer di Eiger. Pengalaman bersepedanya adalah Bandung - Cidaun Rancabuaya (2008 dan 2009), Bandung - Cibodas di kaki Gunung Gede (2010), Bandung - Gunung Papandayan (2010), Bandung - Cibubur (2011), dan Bandung - Gunung Galunggung (2011). Aming (33) lahir di Kuningan dan berprofesi sebagai karyawan swasta. Pengalaman bersepedanya sudah cukup banyak karena bersepeda adalah rutinitasnya setiap hari dan pernah melakukan touring Bandung - Cirebon (2011). Ceuceu (37) yang lahir di Cimahi adalah karyawan swasta yang dianggap paling senior dalam melakukan gowes jarak jauh. Pengalaman bersepedanya adalah Bandung - Medan (2008), Susur Selatan Jawa Barat (2010), Gowes Srikandi I Inspirasi bagi Negeri Jakarta - Jepara (2011), Jogja - Bima (2011), dan Jelajah Sepeda Kompas Jakarta - Palembang (2011).



Cici, Aming, dan Ceuceu: Goweser dari Bandung


Mari kita doakan agar ke-21 Srikandi ini selamat dalam perjalanan dan tiba pada waktunya di Bandung tanpa kurang suatu apapun. Semoga perjalanan luar biasa para Srikandi ini menginspirasi siapa saja dengan latar belakang usia maupun gender, khususnya untuk membuktikan bahwa bersepeda itu bisa dilakukan oleh siapa pun dan dengan jarak berapa pun. Percayalah bahwa bersepeda itu menyehatkan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk lingkungan sekitar. Kring-kring-kring.


Tulisan ini disalin dari : http://regional.kompasiana.com/2012/04/21/21-srikandi-bersepeda-antarkota/ dan telah disetujui oleh penulisnya


http://regional.kompasiana.com/2012/04/21/21-srikandi-bersepeda-antarkota/

Read More

Apr
21
Gowes Chantique Bersama NGN


Pendaftaran Bunda Ida (022) 7092 1490


Dress Code :  Pakaian Adat /  Batik

Read More

Apr
02
Berlatih bersepeda bersama para srikandi B2W Bandung


Sabtu, 31 Maret 2012 Waktu menunjukkan angka 06.30 di alun-alun kota Cimahi, disanalah para srikandi Bike To Work Bandung berkumpul  setiap akhir pekan dalam satu bulan terakhir untuk akhirnya bersama menuju KBP (Kota Baru Parahyangan) untuk "berlatih bersepeda".


"Berlatih bersepeda??",  terdengar seperti anak-anak kecil yang belum mampu menggunakan sepeda dan kemudian berlatih supaya bisa menggunakan sepeda, seperti itulah kenyataan yang saya dapatkan, karena berlatih bersama para srikandi ini saya merasa jadi seperti anak kecil yang belum mampu menggunakan sepeda sebelumnya, banyak hal baru yang saya dapat dari berlatih bersama para wanita perkasa tersebut.


Lima orang wanita perkasa (Cici, Ceuceu, Amink, Dian dan Dhiko) adalah para wanita yang diprediksi akan mengikuti touring sepeda dari Jepara menuju Bandung dalam rangka memperingati hari Kartini. Mereka berlatih dua kali dalam satu minggu, satu hari di KBP, dan satu hari latihan melahap tanjakan disekitaran Lembang. Hanya untuk informasi saja, satu lap bersepeda di wilayah KBP jaraknya sekitar sembilan kilometer. Dalam setiap latihan, para srikandi ini melahap setidaknya 10 lap, jadi total perjalanan mereka dalam satu hari latihan d KBP yaitu sejauh 90km, di tambah jarak dari rumah masing-masing menuju kbp maka setidaknya mereka melahap kurang lebih 100 km setiap latihan, dengan kecepatan rata2 hampir 25 km/jam dengan kontur jalan yang bervariasi.


Brief sebelum latihan


Lima wanita ini bukanlah para atlit yang sengaja di latih untuk mengikuti event touring Jepara Bandung. Mereka adalah wanita-wanita biasa yang tergabung dalam satu wadah komunitas Bike To Work Bandung, hasil latihan saya kira sangat luar biasa untuk ukuran wanita non atlit, dari wanita biasa yang mencintai sepeda mereka kemudian berubah menjadi perkasa melalui proses latihan bersama, tak pernah sedikitpun saya mendengar keluhan mereka, baik itu soal menu latihan, soal cuaca, atau apapun, mereka fokus berlatih, "berlatih bersepeda".


Dengan Instruksi yang diberikan oleh Pelatih (Gustarmono dan Tiyo), mereka berlatih mengenai kombinasi gear yang harus dipergunakan, berlatih mengenai kapan harus memindahkan gear, berlatih formasi (tentang siapa yang harus di depan, siapa harus di tengah, siapa yang harus dibelakang), menjaga kecepatan tetap stabil, menjaga jumlah kayuhan tetap seirama, mendorong atau menarik teman yang tertinggal, atau mengingatkan teman yang terlalu jauh di depan, berlatih menahan terpaan angin, menahan terik matahari, melahap tanjakan, turunan   dst, dst. 



Ada beberapa hal yang menjadi catatan dari "nimbrung"nya saya di latihan bareng para srikandi Bike to work Bandung, bahwa bersepeda bukan melulu soal power, bukan melulu soal bagaimana kita mencapai target berpuluh-puluh atau beratus-ratus kilometer, dan juga bukan melulu soal seberapa cepat kita sampai ke tujuan. semua menu latihan tentu menambah pengetahuan tentang bagaimana bersepeda dengan lebih baik,  tapi pelajaran paling besar yang saya dapatkan adalah bahwa kerjasama dan komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam bersepeda berkelompok, kerjasama dan komunikasi itu juga tidak kemudian sekonyong-konyong hadir, kedua hal itu harus dilatih terus menerus.  Terdengar sederhana, tapi percayalah, tidak sesederhana yang terdengar.



Saling membantu, apabila ada yg sudah lelah


Tetap semangat para wanita, teruslah berlatih,  kalian akan memotivasi banyak wanita lain untuk bisa melakukan hal yang dianggap tidak bisa dilakukan oleh wanita pada umumnya. hidup kartini, keep gowess.


Dari kiri ke kanan: Ceuceu, Dian, Cici, Aming, Dhiko

Read More


Latest News
  • Mari Berjalan Kaki

    Meningkatkan kesadaran akan manfaat dari berjalan kaki

  • Jangan Lupa Bahagia, Jangan lupa Berolahraga

    Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga

  • PEDULI PENDIDIKAN, KAGUM HOTELS GELAR NIGHT CHARITY BIKE 2014

    Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam kepedulian bidang pendidikan. Peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan perwujudan Bandung bersih bebas polusi dan pribadi yang sehat dengan berolahraga

  • CKS Ngabuburit

    CKS Ngabuburit Diskon Produk - Pelatihan Marshall - Berbagi Tajil - Pengumpulan Dana Sosial - Sosialisasi acara Bersaling - Stand Mitra CKS - Stand Komunitas

  • CKS Festival

    CKS Festival Minggu, 2 Juni 2013 CKS Promo - Bazar Mitra CKS - Stand Komunitas - Hiburan - Bedah Buku - Service Gratis - Coaching Clinic

Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 83
Bandung, Jawa Barat
Indonesia
40263

HP./WA : 0812-146-79997
Fax : 022-7302326
e-mail : info@cks.asia

Follow Us On:

ckscloth